Pages

Selasa, 10 Juli 2012

Composite Pattern

composite pattern. Salah satu contoh aplikasi semisal, Microsoft Office Visio memungkinkan pengguna untuk dapat membuat berbagai bentuk semisal kotak, lingkaran, dan sebagainya. Kemudian pengguna dapat melakukan grouping terhadap bentuk-bentuk yang ada dan ketika group tersebut dipindahkan posisinya, otomatis semua shape yang ada dalam group tersebut ikut berpindah posisinya. Pengguna juga dapat melakukan grouping kembali terhadap group shape yang ada dengan shape-shape yang lain sehingga dapat terbentuk semacam hierarki pada shape yang ada. Bentuk-bentuk permasalahan semacam inilah yang dapat diselesaikan dengan Composite Pattern.
Sebagai kelanjutan dari postingan Strategy Pattern, kali ini program sederhana tersebut akan dikembangkan sehingga program tersebut dapat melakukan grouping terhadap shape kotak, lingkaran dan garis. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Buat sebuah class Komposisi yang merupakan group dari shape yang ada
  2. 01///
    02/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    03///
    04public class Komposisi : Shape
    05{
    06    private Point _origin;
    07
    08    private List _gambar;
    09
    10    public Point Origin
    11    {
    12        get
    13        {
    14            return _origin;
    15        }
    16        set
    17        {
    18            _origin = value;
    19        }
    20    }
    21
    22    public Komposisi()
    23    {
    24        _gambar = new List();
    25    }
    26
    27    public void Add(Shape s)
    28    {
    29        _gambar.Add(s);
    30    }
    31
    32    public void Remove(Shape s)
    33    {
    34        _gambar.Remove(s);
    35    }
    36
    37    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g)
    38    {
    39        foreach (Shape s in _gambar)
    40        {
    41            s.Draw(g, _origin);
    42        }
    43    }
    44
    45    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g, Point origin)
    46    {
    47        Point newOrigin = new Point(origin.X + _origin.X,
    48                                    origin.Y + _origin.Y);
    49        foreach (Shape s in _gambar)
    50        {
    51            s.Draw(g, newOrigin);
    52        }
    53    }
    54}
  3. Tambahkan abstract method Draw(Graphics g, Point origin) untuk mengatasi penggambaran Komposisi dimana posisi dari shape nya adalah posisi komposisi ditambah dengan posisi relatif shape tersebut terhadap posisi (0,0) Komposisi.
  4. 1///
    2/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    3///
    4public abstract class Shape
    5{
    6    public abstract void Draw(Graphics g);
    7    public abstract void Draw(Graphics g, Point origin);
    8}
  5. Implementasikan method Draw(Graphics g, Point origin) pada Kotak
  6. 01///
    02/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    03///
    04public class Kotak : Shape
    05{
    06    private Point _kiriAtas;
    07    private Point _kananBawah;
    08
    09    public Point KananBawah
    10    {
    11        get
    12        {
    13            return _kananBawah;
    14        }
    15        set
    16        {
    17            _kananBawah = value;
    18        }
    19    }
    20
    21    public Point KiriAtas
    22    {
    23        get
    24        {
    25            return _kiriAtas;
    26        }
    27        set
    28        {
    29            _kiriAtas = value;
    30        }
    31    }
    32
    33    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g)
    34    {
    35        Draw(g, new Point(0, 0));
    36    }
    37
    38    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g, Point origin)
    39    {
    40        Pen pen = new Pen(new SolidBrush(Color.Brown));
    41
    42        Point t1 = new Point(origin.X + _kiriAtas.X,
    43                             origin.Y + _kiriAtas.Y);
    44        Point t2 = new Point(origin.X + _kananBawah.X,
    45                             origin.Y + _kananBawah.Y);
    46
    47        g.DrawRectangle(pen, t1.X,
    48                             t1.Y,
    49                             t2.X - t1.X,
    50                             t2.Y - t1.Y);
    51    }
    52}
  7. Implementasikan method Draw(Graphics g, Point origin) pada Lingkaran
  8. 01///
    02/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    03///
    04public class Lingkaran : Shape
    05{
    06    private Point _pusat;
    07    private int _radius;
    08
    09    public Point Pusat
    10    {
    11        get
    12        {
    13            return _pusat;
    14        }
    15        set
    16        {
    17            _pusat = value;
    18        }
    19    }
    20
    21    public int Radius
    22    {
    23        get
    24        {
    25            return _radius;
    26        }
    27        set
    28        {
    29            _radius = value;
    30        }
    31    }
    32
    33    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g)
    34    {
    35        Draw(g, new Point(0, 0));
    36    }
    37
    38    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g, Point origin)
    39    {
    40        Pen pen = new Pen(new SolidBrush(Color.DarkGreen));
    41
    42        Point tp = new Point(origin.X + _pusat.X,
    43                             origin.Y + _pusat.Y);
    44
    45        g.DrawEllipse(pen, tp.X - _radius,
    46                           tp.Y - _radius,
    47                           _radius * 2,
    48                           _radius * 2);
    49    }
    50}
  9. Implementasikan method Draw(Graphics g, Point origin) pada Garis
  10. 01///
    02/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    03///
    04public class Garis : Shape
    05{
    06    private Point _titik1;
    07    private Point _titik2;
    08
    09    public Point Titik1
    10    {
    11        get
    12        {
    13            return _titik1;
    14        }
    15        set
    16        {
    17            _titik1 = value;
    18        }
    19    }
    20
    21    public Point Titik2
    22    {
    23        get
    24        {
    25            return _titik2;
    26        }
    27        set
    28        {
    29            _titik2 = value;
    30        }
    31    }
    32
    33    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g)
    34    {
    35        Draw(g, new Point(0, 0));
    36    }
    37
    38    public override void Draw(System.Drawing.Graphics g, Point origin)
    39    {
    40        Pen pen = new Pen(new SolidBrush(Color.Magenta));
    41
    42        Point t1 = new Point(origin.X + _titik1.X,
    43                             origin.Y + _titik1.Y);
    44        Point t2 = new Point(origin.X + _titik2.X,
    45                             origin.Y + _titik2.Y);
    46
    47        g.DrawLine(pen, t1, t2);
    48    }
    49}
  11. Mengubah inisialisasi Shape yang ada pada method InitializeShape() dengan memanfaatkan class Komposisi
  12. 01///
    02/// Author: Jeffrey Hermanto Halimsetiawan
    03/// Untuk melakukan inisialisasi shape yang ada
    04///
    05private void InitializeShape()
    06{
    07    Komposisi kp = new Komposisi();
    08    kp.Origin = new Point(500, 100);
    09
    10    Kotak k = new Kotak();
    11    k.KiriAtas = new Point(10, 10);
    12    k.KananBawah = new Point(110, 110);
    13    kp.Add(k);
    14
    15    Lingkaran l = new Lingkaran();
    16    l.Pusat = new Point(60, 60);
    17    l.Radius = 30;
    18    kp.Add(l);
    19
    20    Garis g = new Garis();
    21    g.Titik1 = new Point(81, 39);
    22    g.Titik2 = new Point(39, 81);
    23    kp.Add(g);
    24
    25    Komposisi kp2 = new Komposisi();
    26    kp2.Origin = new Point(10, 200);
    27    kp2.Add(k);
    28    kp2.Add(l);
    29    kp2.Add(g);
    30
    31    _gambar.Add(kp);
    32    _gambar.Add(kp2);
    33
    34}
Secara umum, class diagram dari program ini adalah sebagai berikut:
Class Diagram Simple Composite
Class Diagram Simple Composite
Output dari program di atas adalah sebagai berikut:
Output Simple Composite
Output Simple Composite
Tentunya, pattern ini akan sangat berguna sekali dalam menyelesaikan permasalahan yang hierarkial.

Facade Pattern

NIM : 1108100268
Facade adalah interface dimana aplikasi dapat menggunakannya untuk melakukan sesuatu tanpa mengkhawatirkan mengenai detail-detail yang terlibat. Façade memisahkan layer-layer yang terlibat sehingga layer-layer tersebut tidak bergantung satu sama lainnya dimana membuat masing-masing layer dapat dengan mudah untuk dikembangkan, mudah untuk digunakan, dan mempertimbangkan untuk menggunakan code re-use.                         .
Bagaimanapun juga, façade dapat menjadi sangat kompleks untuk subsistem yang sangat besar. Untuk itu, perlu ditambahkan abstract façade diatas façade yang telah ada. Salah satu contoh yang umum adalah dengan menggunakan pattern melalui webservice, dimana membuat webservice berperilaku sebagai façade atau interface terhadap banyak dll yang berbeda yang masing-masing merepresentasikan suatu subsistem tertentu.Kelas dan/atau objek yang berpartisipasi pada façade adalah:

  1. Façade (misal. MortgageApplication) Mengetahui kelas-kelas subsistem yang bertanggung jawab terhadap permintaan
  2. Mendelegasikan permintaan dari klien kepada objek subsistem yang bersesuaian
  3. Kelas subsistem (misal. Bank, Credit, Loan)
  4. Mengimplementasikan fungsionalitas dari subsiste
  5. Menangani pekerjaan yang diberikan oleh objek façade
  6. Tidak mempunyai pengetahuan mengenai façade dan tidak peduli dengan reference
mengenai hal ini
---- TUJUAN FACADE PATTERN-----
Untuk menyediakan unifikasi interface pada sekumpulan interface yang terdapat pada sebuah subsystem, dimana façade akan mendefiniskan interface tingkatan yang lebih tinggi sehingga subsystem lebih mudadigunakan dengan menguraikan system kedalam subsystem untuk mengatasi kompleksitas sebuah system.
Transaksi ATM :
Dari pengertian di atas kami mengambil contoh Bank tetapi  hanya pada bagian transfer rekening. Di dalam proses rekening seorang client menginputkan  card ATM ke dalam mesin (Card reader) sehingga mesin tersebut akan membaca card ATM tersebut. Kemudian  client melakukan login dengan memasukkan PIN.  Setelah itu melakukan transaksi, termasuk ada pilihan antara transfer dan penarikan atau lainnya. karena  tujuannya hanya  melakukan  transfer rekening maka setelah mentransfer ke rekening tujuan,  setelah  itu lakukan proses bukti transfer  atau cetak resi dari sistem.
Alasan  menggunakan Façade pattern ?
Alasan  kenapa Aplikasi transfer ATM  menggunakan façade pattern, karena dapat menguraikan kompleksitas sistem transaksi ATM ke dalam sub system yang lebih mudah implementasikan.
Façade Pattern

Facade ATM  diatas  mempunyai 5 subsystem, yaitu client, printer, card reader, login, transaksi. di dalam subsystem transaksi memiliki subsystem lagi yatu menu transfer dan menu penarikan. masing – masing subsystem memiliki methode sesuai fungsingnya seperti yang sudah dijelaskan pada gambar di atas.
Class Diagram

-          Usecase

Activity Diagram

Sequence diagram



package login;
import java.util.*;
public class Login
{
private ArrayList loginHistory;
public Login(String newLogin) throws Exception
{
loginHistory = new ArrayList();
set(newLogin);
}
public void set(String login) throws Exception
{
boolean loginAdded = true;
login = login.trim();
loginAdded = loginHistory.add(login);
}
}//end of Login class
/**
* @(#)Message.java
*
*
* @author
* @version 1.00 2011/1/5
*/
package login;
import javax.swing.JOptionPane;
public abstract class Message {
public Message() {
}
public void pesanku(){
}
}
class Message2 extends Message{
public Message2(){
}
public void pesanku(){
JOptionPane.showMessageDialog(null,”SELAMAT DATANG DI PROGRAM KAMI \n\n PROGRAM INI DI BUAT OLEH”,”PROGRAM LOGIN”,JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
}
}
public class Message2{
public Message2(){
}
public void pesanku(){
JOptionPane.showMessageDialog(null,”DAYAT”,”OLEH”,JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
}
}
package login;
import login.*;
import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
public class LoginDemo
{
public static void main(String[] argv)
{
int width = 300;
int height = 200;
Message2 data=new Message2();
data.pesanku();
final demoFrame f = new demoFrame(“Program Login”);
f.pack();
f.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
f.setSize(width, height);
f.centerOnScreen(width, height);
f.setVisible(true);
}
}//end class LoginDemo
class demoFrame extends JFrame implements ActionListener
{
Login login = null;
String userName;
String Password;
Integer counter = 0;
JTextField userNameField;
JTextField PasswordField;
JTextField userCountField;
JButton jbtLogOn, jbtLogOff, jbtExit;
public demoFrame(String title)
{
super(title);
JLabel label1 = new JLabel(“Username: “);
userNameField = new JTextField(10);
JLabel label2 = new JLabel (“Password : “);
PasswordField = new JTextField(10);
JLabel label3 = new JLabel(“Number of Users: “);
userCountField = new JTextField(5);
userCountField.setEditable(false);
jbtLogOn = new JButton(“Login”);
jbtLogOff = new JButton(“Logoff”);
jbtExit = new JButton(“Exit”);
jbtLogOn.addActionListener(this);
jbtLogOff.addActionListener(this);
jbtExit.addActionListener(this);
JPanel userPanel = new JPanel(new BorderLayout (10,10));
userPanel.add(label1, BorderLayout.WEST);
userPanel.add(userNameField, BorderLayout.EAST);
JPanel userPanel2 = new JPanel(new BorderLayout (10,10));
userPanel2.add(label2, BorderLayout.WEST);
userPanel2.add(PasswordField, BorderLayout.EAST);
JPanel buttonPanel = new JPanel(new FlowLayout());
buttonPanel.add(jbtLogOn);
buttonPanel.add(jbtLogOff);
buttonPanel.add(jbtExit);
JPanel userCountPanel = new JPanel(new BorderLayout(10,10));
userCountPanel.add(label3, BorderLayout.WEST);
userCountPanel.add(userCountField, BorderLayout.EAST);
JPanel contentPanel = new JPanel(new FlowLayout());
contentPanel.add(userPanel);
contentPanel.add(userPanel2);
contentPanel.add(userCountPanel);
contentPanel.add(buttonPanel);
setContentPane(contentPanel);
InputMap map;
map = jbtLogOn.getInputMap();
if (map != null)
{
map.put(KeyStroke.getKeyStroke(KeyEvent.VK_ENTER,0,false), “pressed”);
map.put(KeyStroke.getKeyStroke(KeyEvent.VK_ENTER,0,true), “release”);
}
map = jbtLogOff.getInputMap();
if (map != null)
{
map.put(KeyStroke.getKeyStroke(KeyEvent.VK_ENTER,0,false), “pressed”);
map.put(KeyStroke.getKeyStroke(KeyEvent.VK_ENTER,0,true), “release”);
}
}
public void centerOnScreen(int width, int height)
{
int top, left, x, y;
Dimension screenSize = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize();
x = (screenSize.width – width)/2;
y = (screenSize.height – height)/2;
top = (x < 0) ? 0 : x;
left = (y < 0) ? 0 : y;
this.setLocation(top, left);
}
CobaSleep pesan = new CobaSleep();
public void actionPerformed(ActionEvent e)
{
try
{
if(e.getSource() == jbtLogOn)
{
userName = new String(userNameField.getText());
login = new Login(userName);
userNameField.requestFocus();
counter++;
userCountField.setText(counter.toString());
String user=”"; String pass=”";
user = userNameField.getText();
pass = PasswordField.getText();
if ((user.equals(“Hidayat”)) && (pass.equals(“dayat”))) {
pesan.tampil();
} else if ((user.equals(“OKI”)) && (pass.equals(“ok”))) {
pesan.tampil();
}else if ((user.equals(“Adel”)) && (pass.equals(“adel”))) {
pesan.tampil();
} else {
JOptionPane.showMessageDialog(null, “Username and password dosn’t match!”);
userNameField.setText(“hai”);
PasswordField.setText(“”);
System.out.println(“”+user+pass);
}
}
if(e.getSource() == jbtLogOff)
{
userNameField.setText(“”);
userNameField.requestFocus();
if(counter != 0)
{
counter–;
userCountField.setText(counter.toString());
}
else
{
JOptionPane.showMessageDialog(this, “No username yet logged in”, “Invalid userName. Try Again.”, JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
}
if (e.getSource() == jbtExit)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,”Thanks to try my program. See you..”);
System.exit(0);
}
}
catch (NullPointerException ex)
{
JOptionPane.showMessageDialog(this, “No username yet logged in”, “Invalid userName. Try Again.”, JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
catch (Exception ex)
{
JOptionPane.showMessageDialog(this, ex.getMessage(), “Invalid username. Try again.”, JOptionPane.ERROR_MESSAGE);
}
}
}//end class demoFrame

Temlplate patern

NIM : 1108100268
salah satu metoda didalamnya adalah template pattern butuh waktu khusus (bertapa di gua sampai brewokan) diriku untuk bener-bener memahami konsepsi dan filosofinya yang lumayan mak-nyooosss…sebetulnya design pattern untuk memahami konsepsi dan filosofi keseluruhannya juga Top Markotop Mak-nyooos (pak bondan,red)..tapi insya Allah klu sudah mengerti konsepnya kesananya jadi sedikit mudah kok (sedikit mudah, banyak sulitnya..wekekeke).
singkat kata berikut adalah contoh Source Code sederhana metoda Template Pattern yang saya tulis menggunakan java :
/*
contoh template pattern
author m42h31
param none
*/
public abstract class Motor{
protected String noPol;
protected static String merek,model;
protected final static int A1=100,A2=10;
protected final static int B1=1000,B2=100;
protected String warna=”Black”;
protected String jenisPembayaran=”Tunai”;
private static float bbm=0.06f;
private static int jml=0;
private static int tahun=2004;
private static int cc=A1;
private static int hargaPokok;
private static int bunga;
protected static int hargaBayar;
public Motor(){}
public Motor(String np,String mrk,String mdl){
noPol=np;
merek=mrk;
model=mdl;
jml++;
}
public void tahunPertama(){
System.out.println(“Tahun Produksi :”+tahun+”,Jumlah Motor : “+jml);
System.out.println(“=============================”);
}
public void nextTahun(){
hargaPokok+=100;
tahun++;
tahunPertama();
}
public void head(){
System.out.println(“Nomer Polisi : “+getNoPol());
System.out.println(“Merek : “+getMerek());
System.out.println(“Model : “+getModel());
System.out.println(“Warna : “+getWarna());
System.out.println(“JenisPembayaran : “+jenisPembayaran);
}
public abstract void harga();
public void tail(){
System.out.println(“BBM : “+bbm+” liter/km”);
System.out.println(“Besaran CC : “+cc+” cc”);
System.out.println(“============================”);
}
public void cetak(){
head();
harga();
tail();
}
public static void tambahCc(){
cc+=A2;
bbm-=0.01f;
hargaPokok+=500;
}
public void setWarna(String wr){
warna=wr;
}
public void setJenisPembayaran(String jp){
jenisPembayaran=jp;
}
public void setHargaPokok(int hp){
hargaPokok=hp;
}
public void setBunga(int bg){
bunga=bg;
}
public int getHargaPokok(){
return hargaPokok;
}
public int getBunga(){
return bunga;
}
public int getHargaBayar(){
return hargaBayar=hargaPokok+bunga;
}
public String getNoPol(){
return noPol;
}
public String getMerek(){
return merek;
}
public String getModel(){
return model;
}
public String getWarna(){
return warna;
}
}
public class Tunai extends Motor{
public Tunai(String np,String mrk,String mdl){
super(np,mrk,mdl);
}
public String getNopol(){
return noPol;
}
public String getMerek(){
return merek;
}
public String getModel(){
return model;
}
public void harga(){
System.out.println(“Harga Pokok : “+getHargaPokok());
System.out.println(“Harga Bayar : “+getHargaBayar());
}
}
public class Kredit extends Motor{
public Kredit(Tunai tun){
noPol=tun.getNoPol();
merek=tun.getMerek();
model=tun.getModel();
warna=tun.getWarna();
setBunga(B2);
tun.hargaBayar=getHargaPokok()+getBunga();
setJenisPembayaran(“Kredit”);
}
public void harga(){
System.out.println(“Harga Pokok : “+getHargaPokok());
System.out.println(“Bunga :”+getBunga());
System.out.println(“Harga Bayar : “+getHargaBayar());
}
}
class testMotor{
public static void main(String []args){
Tunai vg=new Tunai(“D3154FA”,”Yamaha”,”Vega”);
vg.setHargaPokok(10000);
vg.setWarna(“biru”);
vg.tahunPertama();
vg.cetak();
vg.nextTahun();
vg.tambahCc();
vg.cetak();
Tunai sp=new Tunai(“D4353GD”,”Honda”,”Supra”);
sp.setHargaPokok(14000);
sp.setWarna(“merah”);
sp.tahunPertama();
sp.cetak();
Kredit spk=new Kredit(sp);
spk.cetak();
spk.tambahCc();
spk.cetak();
spk.nextTahun();
spk.tambahCc();
spk.cetak();
}
}

Jumat, 11 Mei 2012

Prototype pattern

Nim :1108100268

Prototype pattern
Sebuah prototype pattern adalah sebuah design pattern kreatif yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Jenis object untuk membuat object baru ditentukan oleh prototype contoh. Object di kloning untuk menghasilkan object baru.
Pattern ini digunakan untuk:

* menghindari subclass dari object kreator dalam aplikasi klien, tidak seperti abstract factory pattern.
* menghindari biaya yang melekat (inherent cost) dari object baru yang dibuat sesuai standar (misalnya, dengan menggunakan keyword 'new'), saat biaya itu cukup mahal untuk aplikasi tertentu.

Untuk mengimplementasikan pattern, deklarasikan sebuah abstract base class yang menentukan sebuah pure virtual clone () method. Setiap class yang memerlukan sebuah “polymorphic constructor”, maka kemampuan itu berasal dari class abstract base dirinya sendiri, dan mengimplementasikan operasi clone ().
Klien, bukanya menulis kode yang meminta operator "new" pada sebuah hard-coded class name, memanggil method clone () pada prototipe, memanggil sebuah factory method dengan sebuah parameter tertentu yang menunjuk particular concrete kelas turunan yang diinginkan, atau mengacu pada method clone () melalui beberapa mekanisme yang disediakan oleh design pattern lain.
Contoh
Prototype Pattern menentukan jenis object untuk membuat sebuah prototype contoh. Prototipe produk baru sering dibangun sebelum memproduksi masal, tetapi dalam contoh ini, prototype adalah pasif dan tidak berpartisipasi dalam menyalin diri sendiri. Pembelahan mitosis sel - berakibat dua sel identik, dan ini adalah contoh dari prototipe yang memainkan peran aktif dalam menyalin dirinya sendiri dan hal ini menunjukkan Prototype pattern. Ketika sebuah sel membelah diri, maka dua sel yang identik hasil genotype akan tercipta. Dengan kata lain, sel tersebut meng-klon dirinya sendiri. [Michael Duell, "Non-software examples of software design patterns", Object Magazine, Jul 97, p54].
Java

/**

* Prototype Class

*/

public class Cookie implements Cloneable {



@Override

public Cookie clone() throws CloneNotSupportedException {

// call Object.clone()

Cookie copy = (Cookie) super.clone();



//In an actual implementation of this pattern you might now change references to

//the expensive to produce parts from the copies that are held inside the prototype.



return copy;

}

}

/**

* Concrete Prototypes to clone

*/

public class CoconutCookie extends Cookie { }

/**

* Client Class

*/

public class CookieMachine {



private Cookie cookie; // Could have been a private Cloneable cookie.



public CookieMachine(Cookie cookie) {

this.cookie = cookie;

}



public Cookie makeCookie() {

return (Cookie) this.cookie.clone();

}



public static void main(String args[]) {

Cookie tempCookie = null;

Cookie prot = new CoconutCookie();

CookieMachine cm = new CookieMachine(prot);

for (int i = 0; i < 100; i++)

tempCookie = cm.makeCookie();

}

}

Python

import copy



#

# Prototype Class

#

class Cookie:

def __init__(self, name):

self.name = name



def clone(self):

return copy.deepcopy(self)



#

# Concrete Prototypes to clone

#

class CoconutCookie(Cookie):

def __init__(self):

Cookie.__init__(self, 'Coconut')



# Client Class

class CookieMachine:

def __init__(self, cookie):

self.cookie = cookie



def make_cookie(self):

return self.cookie.clone()



if __name__ == '__main__':

prot = CoconutCookie()

cm = CookieMachine(prot)

for i in xrange(10):

temp_cookie = cm.make_cookie()

Aturan yang perlu diperhatikan
Kadang-kadang creational patterns tumpang tindih - ada kasus-kasus ketika baik Prototype atau Abstract Factory akan sesuai. Di lain waktu mereka saling melengkapi satu sama lain: Abstract Factory mungkin menyimpan set Prototype dari yang untuk mengkloning dan produk kembali object (GOF, p126). Abstract Factory, Builder, dan Prototipe dapat menggunakan Singleton dalam implementasi. (GoF, p81, 134). (GOF, p81, 134). Abstract Factory classes sering dilaksanakan dengan Metode Pabrik (penciptaan melalui pewarisan), tetapi mereka dapat diimplementasikan dengan menggunakan Prototype (ciptaan melalui delegasi). (GoF, p95) (GOF, p95)
Sering kali, desain awal dengan menggunakan Metode Pabrik (kurang rumit, lebih disesuaikan, subclass berkembang biak) dan berkembang ke arah Abstract Factory, Prototype, atau Builder (lebih fleksibel, lebih kompleks) sebagai perancang menemukan di mana fleksibilitas lebih dibutuhkan. (GoF, p136) (GOF, p136)
Prototype tidak memerlukan subclassing, tapi itu tidak memerlukan sebuah "initialize" operasi. Metode factory memerlukan subclassing, tapi tidak memerlukan inisialisasi. (GoF, p116) (GOF, p116)
Desain yang membuat penggunaan berat Composite dan decorator pattern sering dapat memperoleh manfaat dari Prototype juga. (GoF, p126) (GOF, p126)
Rule of thumb bisa jadi Anda akan perlu untuk mengkloning () sebuah Object ketika Anda ingin membuat Object lain pada saat runtime yang merupakan sebuah true copy Object kloning Anda. True copy berarti seluruh atribut yang baru dibuat harus Object yang sama dengan Object yang Anda kloning. Jika Anda bisa instantiated class dengan menggunakan bukan baru, Anda akan mendapatkan Object dengan semua atribut sebagai nilai awal. Sebagai contoh, jika Anda merancang suatu sistem untuk melakukan transaksi rekening bank, maka Anda akan ingin untuk membuat salinan dari Object yang memegang informasi account Anda, melakukan transaksi di atasnya, dan kemudian mengganti Object asli dengan yang diubah satu. Dalam kasus tersebut, Anda akan ingin menggunakan clone () bukan baru.

Builder Patern

Nim :1108100268

Query Builder Patern menyediakan cara berorientasi objek dalam menulis statement SQL. Fitur ini membantu pengembang untuk menggunakan property dan method kelas untuk menentukan bagian-bagian dari statement SQL yang kemudian menggabungkannya menjasi sebuah statement SQL yang valid yang bisa dieksekusi lebih lanjut oleh method DAO seperti yang dideskripsikan di Data Access Objects. Berikut akan ditampilkan penggunaan umum dari Query Builder untuk membangun sebuah statement SQL SELECT:

$user = Yii::app()->db->createCommand()
->select('id, username, profile')
->from('tbl_user u')
->join('tbl_profile p', 'u.id=p.user_id')
->where('id=:id', array(':id'=>$id))
->queryRow();



Query Builder sangat cocok digunakan ketika Anda memerlukan menggabungkan sebuah statement SQL secara prosedural, atau berdasarkan suatu kondisi logis dalam aplikasi Anda. Manfaat utama dalam menggunakan Query Builder termasuk:

* Memungkinkan membangun statement SQL yang kompleks secara programatik
* Fitur ini akan memberikan quote pada nama table dan kolom secara otomatis guna mencegah konflik dengan tulisan SQL ataupun karakter khusus.
* Fitur ini juga memberikan quote pada nilai parameter dan melakukan binding pada parameter ketika memungkinkan, sehingga mengurangi resiko terserang SQL injection.
* Fitur ini menyediakan sekian tingkatan abstraksi pada DB, yang menyederhanakan migrasi ke platform DB yang berbeda.

Menggunakan Query Builder bukanlah sebuah keharusan. Bahkan, jika query Anda cukup sederhana, akan leih gampang dan cepat menulis SQL-nya langsung.

Catatan: Query builder tidak bisa digunakan untuk memodifikasi query yang sudah ada sebagai statement SQL. Misalnya, code berikut tidak akan berjalan:

$command = Yii::app()->db->createCommand('SELECT * FROM tbl_user');
// baris berikut tidak akan menambahkan WHERE ke klausa SQL di atas.
$command->where('id=:id', array(':id'=>$id));

Oleh karena itu, jangan campur penggunaan SQL biasa dengan query builder.

1. Mempersiapkan Query Builder
Query Builder Yii disediakan oleh CDbCommand, kelas query DB utama di Data Access Objects.
Untuk menggunakan Query Builder, kita membuat sebuah instance baru dari CDbCommand dengan cara berikut,

$command = Yii::app()->db->createCommand();

Begitulah, kita menggunakan Yii::app()->db untuk mendapatkan koneksi DB, kemudian melakukan pemanggilanpada CDbConnection::createCommand() untuk membuat instance command yang diperlukan.
Perhatikan bahwa alih-alih kita mem-pass semua statement SQL ke createCommand() seperti yang dilakukan di Data Access Objects, kita membiarkannya kosong. Ini dikarenakan kita akan membangun bagian-bagian individu dari statement SQL dengan menggunakan method Query Builder yang akan dijelaskan pada bagian berikut.

Berikut, Rudi akan menunjukkan bagaimana menggunakan method-method query builder ini. Supaya sederhana, kami mengasumsi database yang digunakan adalah MySQL. Perhatikan bahwa jika Anda menggunakan DBMS yang lain, quote table/kolom/nilai akan berbeda dengan contoh.
select()

function select($columns='*')

Method select() menentukan bagian SELECT pada query. Parameter $columns menentukan kolom-kolom apa saja yang akan di-select, yang bisa berupa string dengan nama kolom dipisah koma, atau sebuah array dari nama kolom. Nama kolom dapat berisi prefiks table dan/atau alias kolom. Method ini akan secara otomatis memberikan quote pada nama kolom kecuali kolom tersebut mengandung tanda kurung (yang bararti kolom yang diberikan merupakan ekspresi DB).
Berikut ini merupakan beberapa contoh:

// SELECT *
select()
// SELECT `id`, `username`
select('id, username')
// SELECT `tbl_user`.`id`, `username` AS `name`
select('tbl_user.id, username as name')
// SELECT `id`, `username`
select(array('id', 'username'))
// SELECT `id`, count(*) as num
select(array('id', 'count(*) as num'))

selectDistinct()

function selectDistinct($columns)

Method selectDistinct() mirip dengan select(). Hanya saja selectDistinct mengaktifkan flag DISTINCT. Misalnya, selectDistinct(id,username')` akan menghasilkan SQL berikut:

SELECT DISTINCT `id`, `username`

from()

function from($tables)

Method from() menentukan bagian FROM pada query. Parameter $tables menentukan table mana yang akan di-select. Yang ini juga bisa berupa string dengan nama table dipisahkan dengan koma, atau sebuah array dari nama table. Nama table dapat diambil dari prefiks skema (misalnya public.tbl_user) dan/atau alias table (misalnya tbl_user u). Method ini akan secara otomatis memberikan quote pada nama table kecuali nama table-nya mengandung huruf kurung (yang artinya berupa sub-query atau ekspresi DB).
Berikut merupakan beberapa contoh:

// FROM `tbl_user`
from('tbl_user')
// FROM `tbl_user` `u`, `public`.`tbl_profile` `p`
from('tbl_user u, public.tbl_profile p')
// FROM `tbl_user`, `tbl_profile`
from(array('tbl_user', 'tbl_profile'))
// FROM `tbl_user`, (select * from tbl_profile) p
from(array('tbl_user', '(select * from tbl_profile) p'))

where()

function where($conditions, $params=array())

Method where() menetapkan bagian WHERE pada query. Parameter $conditions menentukan kondisi query sedangkan $params menentukan parameter yang diikat pada keseluruhan query. Parameter $conditions dapat berupa sebuah string (misalnya id=1) atau sebuah array dengan format:

array(operator, operand1, operand2, ...)

dengan operatordapat bisa berupa :

* and: operan harus digabung dengan menggunakan AND. Misalnya array('and', 'id=1', 'id=2') akan menghasilkan id=1 AND id=2. Jika operan adalah array, maka akan diubah menjadi string dengan menggunakan aturan yang sama. Misalnya array('and', 'type=1', array('or', 'id=1', 'id=2')) akan menghasilkan type=1 AND (id=1 OR id=2). Method ini tidak akan memberikan quote ataupun escape character.
* or: mirip dengan operator and hanya saja operan-operan akan digabung dengan OR.
* in: Operan satu harus berupa kolom atau ekspresi DB, dan operan 2 harus berupa array yang merepresentasikan kumpulan nilai yang harus dipenuhi oleh kolom atau ekspresi DB. Misalnya array('in', 'id', array(1,2,3)) akan menghasilkan id IN (1,2,3). Method ini akan memberikan quote pada nama kolom dan nilai escape di dalam range.
* not in: mirip dengan operator in kecuali tulisan IN akan diubah dengan NOT IN di dalam kondisi yang di-generate.
* like: operan 1 harus berupa kolom atau ekspresi DB, dan operan 2 harus berupa string atau sebuah array yang mewakili range dari nilai-nilai di kolom atau ekspresi DB yang mirip. Misalnya, array('like', 'name', '%tester%') akan menghasilkan name LIKE '%tester%'. Ketika range nilai diberikan sebagai array, maka beberapa predikat LIKE akan di-generate dan digabungkan dengan menggunakan AND. Misalnya array('like', 'name', array('%test%', '%sample%')) akan menghasilkan name LIKE '%test%' AND name LIKE '%sample%'. Method ini akan memberikan quote pada nama kolom dan nilai escape pada range nilai.
* not like: mirip dengan operator like kecuali tulisan LIKE akan diganti dengan NOT LIKE pada kondisi yang dihasilkan.
* or like: mirip dengan operator like hanya saja tulisan OR yang digunakan untuk menggabungkan beberapa predikat LIKE.
* or not like: mirip dengan operator not like kecuali OR yang digunakan untuk menggabungkan predikat NOT LIKE.

Berikut merupakan beberapa contoh yang menggunakan where:

// WHERE id=1 or id=2
where('id=1 or id=2')
// WHERE id=:id1 or id=:id2
where('id=:id1 or id=:id2', array(':id1'=>1, ':id2'=>2))
// WHERE id=1 OR id=2
where(array('or', 'id=1', 'id=2'))
// WHERE id=1 AND (type=2 OR type=3)
where(array('and', 'id=1', array('or', 'type=2', 'type=3')))
// WHERE `id` IN (1, 2)
where(array('in', 'id', array(1, 2))
// WHERE `id` NOT IN (1, 2)
where(array('not in', 'id', array(1,2)))
// WHERE `name` LIKE '%Qiang%'
where(array('like', 'name', '%Qiang%'))
// WHERE `name` LIKE '%Qiang' AND `name` LIKE '%Xue'
where(array('like', 'name', array('%Qiang', '%Xue')))
// WHERE `name` LIKE '%Qiang' OR `name` LIKE '%Xue'
where(array('or like', 'name', array('%Qiang', '%Xue')))
// WHERE `name` NOT LIKE '%Qiang%'
where(array('not like', 'name', '%Qiang%'))
// WHERE `name` NOT LIKE '%Qiang%' OR `name` NOT LIKE '%Xue%'
where(array('or not like', 'name', array('%Qiang%', '%Xue%')))

Perhatikan bahwa ketika menggunakan operator like, kita harus menentukan karakter wildcard secara eksplisit (seperti % dan _) . JIka polanya berasal dari input user, maka kita harus menggunakan code berikut untuk escape karakter spesial guna menghindarinya dianggap sebagai wildcard:

$keyword=$_GET['q'];
// escape % and _ characters
$keyword=strtr($keyword, array('%'=>'\%', '_'=>'\_'));
$command->where(array('like', 'title', '%'.$keyword.'%'));

order()

function order($columns)

Method order() menentukan bagian ORDER BY pada query. Parameter $columns menentukan kolom-kolom yang diurutkan. Dapat berupa sebuah string dengan kolom yang dipisahkan koma dan arah pengurutan (ASC atau DESC), atau sebuah array dari kolom dan arah pengurutan. Nama kolom dapat mengandung prefiks table. Method ini akan memberikan quote pada nama kolom secara otomatis kecuali kolom tersebut mengandung tanda kurung (yang berarti kolom tersebut merupakan ekspresi DB).
Berikut merupakan beberapa contohnya:

// ORDER BY `name`, `id` DESC
order('name, id desc')
// ORDER BY `tbl_profile`.`name`, `id` DESC
order(array('tbl_profile.name', 'id desc'))

limit() dan offset()

function limit($limit, $offset=null)
function offset($offset)

Method limit() dan offset() menentukan bagian OFFSET dan LIMIT pada query. Perhatikan bahwa beberapa DBMS mungkin tidak mendukung sintaks LIMIT dan OFFSET. Pada kasus tersebut, Query Builder akan menulis ulang seluruh statement SQL untuk mensimulasi fungsi limit dan offset.
Berikut merupakan beberapa contoh:

// LIMIT 10
limit(10)
// LIMIT 10 OFFSET 20
limit(10, 20)
// OFFSET 20
offset(20)

join() dan varian-variannya

function join($table, $conditions, $params=array())
function leftJoin($table, $conditions, $params=array())
function rightJoin($table, $conditions, $params=array())
function crossJoin($table)
function naturalJoin($table)

Method join() dan varian-variannya menentukan bagaimana melakukan join dengan table lain dengan menggunakan INNER JOIN, LEFT OUTER JOIN, RIGHT OUTER JOIN, CROSS JOIN, atau NATURAL JOIN. Parameter $table menentukan table mana yang akan dijoin. Nama table akan mengandung prefiks skema dan /atau alias. Method ini akan memberikan quote pada nama table kecuali kolom tersebut mengandung tanda kurung yang artinya bis berupa ekspresi DB atau sub-query. Parameter $conditions menentukan kondisi join. Sintaksnya sama dengan where(). Dan $params menentukan parameter yang diikat pada keseluruhan query.
Perhatikan bahwa tidak seperti method query builder lainnya, setiap pemanggilan method join akan ditambahkan di belakang sebelumnya.
Berikut merupakan beberapa contohnya.

// JOIN `tbl_profile` ON user_id=id
join('tbl_profile', 'user_id=id')
// LEFT JOIN `pub`.`tbl_profile` `p` ON p.user_id=id AND type=1
leftJoin('pub.tbl_profile p', 'p.user_id=id AND type=:type', array(':type'=>1))

group()

function group($columns)

Method group() menetapkan bagian GROUP BY pada query. Parameter $columns menentukan kolom-kolom yang dikelompokkan. Bisa berupa string yang berisi kolom dipisah koma, atau sebuah array dari kolom. Nama kolom bisa didapatkan pada prefiks table. Method ini akan secara otomatis memberikan quote pada nama kolom kecuali terdapat sebuah kolom yang mengandung tanda kurung (yang artinya kolom tersebut merupakan ekspresi DB).
Berikut beberapa contoh:

// GROUP BY `name`, `id`
group('name, id')
// GROUP BY `tbl_profile`.`name`, `id`
group(array('tbl_profile.name', 'id')

having()

function having($conditions, $params=array())

Method having() menetapkan bagian HAVING pada query. Penggunaannya sama dengan where().
Berikut contoh-contohnya:

// HAVING id=1 or id=2
having('id=1 or id=2')
// HAVING id=1 OR id=2
having(array('or', 'id=1', 'id=2'))

union()

function union($sql)

Method union() menentukan bagian UNION pada query. Method ini akan menambahkan $sql ke SQL yang sudah ada dengan menggunakan operator UNION. Memanggil union() beberapa kali akan menambahkan berkali-kali SQL-SQL-nya ke belakang SQL yang sudah ada.
Contoh:

// UNION (select * from tbl_profile)
union('select * from tbl_profile')

Menjalankan Query
Setelah melakukan pemanggilan method query builder di atas, kita dapat memanggil method DAO seperti yang dijelaskan pada Data Access Objects untuk mengeksekusi query. Misalnya, kita dapat memanggil CDbCommand::queryRow() untuk mendapatkan sebaris hasil atau CDbCommand::queryAll() untuk mendapatkan seluruhnya sekaligus. Berikut beberapa contohnya :

$users = Yii::app()->db->createCommand()
->select('*')
->from('tbl_user')
->queryAll();

Mengambil SQL-SQL
Selain menjalankan query yang dibuat oleh Query Builder, kita juga dapat menarik statement SQL bersangkutan. Untuk melakukannya gunakan fungsi CDbCommand::getText().

$sql = Yii::app()->db->createCommand()
->select('*')
->from('tbl_user')
->text;

Jika terdapat parameter tertentu yang terikat pada query, mereka dapat diambil melalui properti CDbCommand::params.
Sintaks Alternatif untuk Membentuk Query
Kadangkala, menggunakan method chaining bukanlah pilihan yang tepat. Query Builder Yii memungkinkan kita untuk membuat query dengan menggunakan assignment property object yang sederhana. Pada umumnya, untuk setiap method query builder, terdapat sebuah property yang memiliki nama yang sama. Meng-assign nilai ke property sama saja dengan memanggil method tersebut. Misalnya, berikut merupakan dua statement yang ekuivalen, dengan asumsi $command adalah objek CDbCommand:

$command->select(array('id', 'username'));
$command->select = array('id', 'username');

Selain itu, method CDbConnection::createCommand() dapat menerima array sebagai parameter. Pasangan nama-nilai di array akan digunakan untuk inisialisasi property instance CDbCommand yang dibuat. Ini artinya, kita dapat menggunakan code berikut untuk membuat sebuah query:

$row = Yii::app()->db->createCommand(array(
'select' => array('id', 'username'),
'from' => 'tbl_user',
'where' => 'id=:id',
'params' => array(':id'=>1),
))->queryRow();

Membangun Beberapa Query
Sebuah instance CDbCommand dapat dipakai ulang beberapa kali untuk membuat beberapa query. Namun, sebelum membuat query baru, harus memanggil method CDbCommand::reset() terlebih dahulu untuk menghapus query sebelumnya. Misalnya:

$command = Yii::app()->db->createCommand();
$users = $command->select('*')->from('tbl_users')->queryAll();
$command->reset(); // clean up the previous query
$posts = $command->select('*')->from('tbl_posts')->queryAll();

3. Membuat Query Manipulasi Data
Query manipulasi data adalah statement SQL untuk melakukan insert, update dan delete data dalam table database. Query builder menyediakan insert, update dan delete untuk tiap query tersebut. Tidak seperti method query SELECT yang dijelaskan di atas, setiap method query manipulasi data ini akan membuat sebuah statement SQL lengkap dan langsung menjalankannya.

* insert(): menyisipkan sebaris ke table
* update(): melakukan update data pada sebuah table
* delete(): menghapus data dari table

Di bawah ini kami akan memaparkan method-method query manipulasi data
insert()

function insert($table, $columns)

Method insert() membuat dan menjalankan statement SQL INSERT. Parameter $table menentukan table yang mana yang disisipkan, sedangkan $columns merupakan sebuah array dengan pasangan nama-nilai yang menjelaskan nilai-nilai kolom yang akan disisipkan. Method tersebut akan memberikan quote pada nama table dan akan menggunakan parameter-binding untuk nilai yang dimasukkan.
Berikut merupakan contohnya:

// buat dan jalankan SQL berikut :
// INSERT INTO `tbl_user` (`name`, `email`) VALUES (:name, :email)
$command->insert('tbl_user', array(
'name'=>'Tester',
'email'=>'tester@example.com',
));

update()

function update($table, $columns, $conditions='', $params=array())

Method update() akan membuat dan mengeksekusi statement UPDATE SQL. Parameter $table menentukan table mana yang akan di-update; $columns adalah sebuah array dengan pasangan nama-nilai yang menentukan nilai kolom yang akan di-update; $conditions dan $params mirip dengan where(), yang akan menetapkan klausa WHERE dalam statement UPDATE. Method ini akan memberikan quote pada nama dan menggunakan parameter-binding untuk nilai yang di-update.
Berikut merupakan contohnya:

// buat dan jalankan SQL berikut:
// UPDATE `tbl_user` SET `name`=:name WHERE id=:id
$command->update('tbl_user', array(
'name'=>'Tester',
), 'id=:id', array(':id'=>1));

delete()

function delete($table, $conditions='', $params=array())

Method delete() membuat dan menjalankan statement SQL DELETE. Parameter $table menentukan table yang mana yang akan dihapus; $conditions dan $params mirip dengan where(), yakni menentukan WHERE di dalam statement DELETE. Method ini akan memberikan quote pada nama.
Berikut salah satu contoh:

//buat dan eksekusi SQL berikut:
// DELETE FROM `tbl_user` WHERE id=:id
$command->delete('tbl_user', 'id=:id', array(':id'=>1));

4. Membuat Query Manipulasi Schema
Selain query manipulasi dan penarikan normal, query builder juga menyediakan sekumpulan method yang digunakan untuk membuat dan menjalankan query SQL untuk manipulasi schema pada database. Query builder mendukung query-query berikut:

* createTable(): membuat table
* renameTable(): mengubah nama table
* dropTable(): drop (menghapus) table
* truncateTable(): mengosongkan table
* addColumn(): menambahkan sebuah kolom table
* renameColumn(): mengubah nama kolom table
* alterColumn(): mengubah sebuah kolom table
* dropColumn(): me-drop (hapus) kolom table
* createIndex(): membuat index
* dropIndex(): me-drop (hapus) index

Info: Walaupun statement SQL yang digunakan untuk manipulasi database schema sangat berbeda di antara DBMS, query builder mencoba menyediakan sebuah interface yang seragam untuk membuat query-query ini. Ini akan memudahkan proses migrasi database dari satu DBMS ke yang lainnya.

Tipe Data Abstrak
Query builder memperkenalkan sekumpulan tipe data abstrak yang dapat digunakan untuk mendefinisikan kolom table. Tidak seperti tipe data physical yang spesifik pada DBMS tertentu dan cukup berbeda di DBMS lainnya, tipe data abstrak bebas dari DBMS. Ketika tipe data abstrak digunakan untuk mendefinisikan kolom table, query builder akan mengubahnya menjadi tipe data physical bersangkutan.
Berikut tipe data abstrak yang didukung oleh query builder.

* pk: sebuah jenis primary key generik, akan diubah menjadi int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY pada MySQL;
* string: jenis string, akan diubah menjadi varchar(255) pada MySQL;
* text: jenis teks (string panjang), akan diubah menjadi text pada MySQL
* integer: jenis integer, akan diubah menjadi int(11) pada MySQL;
* float: tipe angka floating, akan diubah menjadi float pada MySQL;
* decimal: tipe angka desimal, akan diubah menjadi decimal pada MySQL;
* datetime: tipe waktu tanggal, akan diubah menjadi datetime pada MySQL;
* timestamp: tipe timestamp, akan diubah menjadi timestamp pada MySQL;
* time: tipe waktu, akan diubah menjadi time pada MySQL;
* date: tipe tanggal, akan diubah menjadi date pada MySQL;
* binary: tipe data biner, akan diubah menjadi blob pada MySQL;
* boolean: tipe boolean, akan diubah menjadi tinyint(1) pada MySQL;
* money: tipe mata uang, akan diubah menjadi decimal(19,4) pada MySQL. Tipe ini sudah ada semenjak versi 1.1.8.

createTable()

function createTable($table, $columns, $options=null)

Method createTable() akan membuat dan menjalankan statement SQL untuk menghasilkan sebuah table. Parameter $table akan menentukan nama dari table yang dibuat. Parameter $columns menentukan kolom-kolom pada table baru. Kolom-kolom ini harus diberikan dalam bentuk pasangan nama-definisi (misalnya 'username'=>'string'). Parameter $options menentukan pecahan SQL ekstra yang harus ditambahkan pada SQL yang dihasilkan. Query builder akan memberikan quote pada nama table dan nama kolom.
Ketika menentukan definisi sebuah kolom, kita dapat menggunakan tipe data abstrak seperti yang sudah dijelaskan di atas. Query builder akan mengubah tipe data abstrak tersebut menjadi tipe data physical bersangkuta, sesuai dengan DBMS yang digunakan. Misalnya, string akan diubah menjadi varchar(255) pada MySQL.
Sebuah definisi kolom juga bisa mengandung tipe data non-abstrak atau spesifikasi. Definisi kolom ini akan dmasukkan juga ke dalam SQL tanpa perubahan. Misalnya point bukanlah tipe data abstrak, dan jika digunakan di definisi kolom, maka akan keluar demikian pada SQL; dan string NOT NULL akan diubah menjadi varchar(255) NOT NULL (hanya tipe abstrak string yang diubah).
Berikut contoh bagaimana membuat sebuah table:

// CREATE TABLE `tbl_user` (
// `id` int(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
// `username` varchar(255) NOT NULL,
// `location` point
// ) ENGINE=InnoDB
createTable('tbl_user', array(
'id' => 'pk',
'username' => 'string NOT NULL',
'location' => 'point',
), 'ENGINE=InnoDB')

renameTable()

function renameTable($table, $newName)

Method renameTable() membuat dan menjalankan statement SQL untuk mengubah nama table. Parameter $table menentukan nama dari table yang akan di-rename. Parameter $newName menentukan nama baru dari table. Query builder akan memberikan quote pada nama table.
Berikut contoh bagaimana melakukan perubahan nama pada table :

// RENAME TABLE `tbl_users` TO `tbl_user`
renameTable('tbl_users', 'tbl_user')

dropTable()

function dropTable($table)

Method dropTable() membuat dan menjalankan statement SQL untuk menghapus sebuah table. Parameter $table menentukan nama table yang akan di-drop (hapus). Query builder akan memberikan quote pada nama table.
Berikut contoh bagaimana menghapus sebuah table:

// DROP TABLE `tbl_user`
dropTable('tbl_user')

truncateTable

function truncateTable($table)

Method truncateTable() membuat dan menjalankan statement SQL untuk menghapus sebuah table. Parameter $table menentukan nama table yang ingin dikosongkan. Query builder akan memberikan quote pada nama table.
Berikut contoh bagaimana mengosongkan table:

// TRUNCATE TABLE `tbl_user`
truncateTable('tbl_user')

addColumn()

function addColumn($table, $column, $type)

Method addColumn() membuat dan menjalankan statement SQL untuk menambah kolom table baru. Parameter $table menentukan nama dari table yang akan ditambahkan kolom baru. Parameter $column akan menentukan nama dari kolom baru. Dan $type menentukan definisi kolom baru. Definisi kolom dapat mengandung tipe data abstrak, seperti yang dijelaskan pada sub-bagian "createTable" sebelumnya. Query builder akan memberikan quote pada nama table termasuk nama kolom.
Berikut contoh menambah sebuah kolom table:

// ALTER TABLE `tbl_user` ADD `email` varchar(255) NOT NULL
addColumn('tbl_user', 'email', 'string NOT NULL')

dropColumn()

function dropColumn($table, $column)

Method dropColumn() membuat dan menjalankan statement SQL untuk menghapus kolom table. Parameter $table menentukan nama dari table yang kolomnnya akan dihapus. Parameter $column menentukan nama dari kolom yang akan dihapus. Query builder akan memberikan quote pada nama table termasuk nama kolom.
Berikut contoh bagaimana menghapus sebuah kolom table:

// ALTER TABLE `tbl_user` DROP COLUMN `location`
dropColumn('tbl_user', 'location')

renameColumn()

function renameColumn($table, $name, $newName)

Method renameColumn() membuat dan mengeksekusi statement SQL untuk mengubah nama kolom table. Parameter $table menentukan nama table yang nama kolomnya akan diubah. Parameter $name menentukan nama kolom yang lama. Dan $newName menentukan nama kolom baru. Query builder akan memberikan quote pada nama table termasuk pada nama kolom.
Berikut contoh mengubah nama kolom table:

// ALTER TABLE `tbl_users` CHANGE `name` `username` varchar(255) NOT NULL
renameColumn('tbl_user', 'name', 'username')

alterColumn()

function alterColumn($table, $column, $type)

Method alterColumn() membuat dan menjalankan statement SQL untuk mengubah kolom table. Parameter $table menentukan nama table yang kolomnya akan diubah. Parameter $column menentukan nama kolom yang akan diubah. Dan $type menentukan definisi baru pada kolom. Definisi kolom dapat mengandung tipe data abstrak, seperti yang sudah dijelaskan pada sub-bagian "createTable". Query builder akan memberikan quote pada nama table dan nama kolom.
Berikut contoh mengubah kolom table:

// ALTER TABLE `tbl_user` CHANGE `username` `username` varchar(255) NOT NULL
alterColumn('tbl_user', 'username', 'string NOT NULL')

addForeignKey()

function addForeignKey($name, $table, $columns,
$refTable, $refColumns, $delete=null, $update=null)

Method addForeignKey() akan membuat dan menjalankan statement SQL untuk menambahkan foreign key constraint pada sebuah table. Parameter $name menentukan nama foreign key. Parameter $table dan $columns menentukan nama table dan nama kolom yang akan ditetapkan sebagai foreign key. JIka lebih dari satu kolom, maka bisa dipisahkan dengan menggunakan koma. Parameter $refTable dan $refColumns menentukan nama dan kolom table yang akan menjadi reference foreign key. Parameter $delete dan $update menentukan opsi ON DELETE dan ON UPDATE dalam statement SQL. Kebanyakan DBMS mendukung opsi ini:RESTRICT, CASCADE, NO ACTION, SET DEFAULT, SET NULL. Query builder akan memberikan quote pada nama table, nama index dan nama kolom.
Berikut contoh menambah foreign key constraint,

// ALTER TABLE `tbl_profile` ADD CONSTRAINT `fk_profile_user_id`
// FOREIGN KEY (`user_id`) REFERENCES `tbl_user` (`id`)
// ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE
addForeignKey('fk_profile_user_id', 'tbl_profile', 'user_id',
'tbl_user', 'id', 'CASCADE', 'CASCADE')

dropForeignKey()

function dropForeignKey($name, $table)

Method dropForeignKey() membuat dan menjalankan statement SQL untuk menghapus sebuah foreign key constraint. Parameter $name menentukan nama dari foreign key constraint yang akan dihapus. Parameter $table menentukan nama table yang foreign key constraintnya akan dihapus. Query builder akan memberikan quote pada nama table dan juga nama constraint.
Berikut contoh menghapus foreign key constraint:

// ALTER TABLE `tbl_profile` DROP FOREIGN KEY `fk_profile_user_id`
dropForeignKey('fk_profile_user_id', 'tbl_profile')

createIndex()

function createIndex($name, $table, $column, $unique=false)

Method createIndex() membuat dan menjalankan statement SQL untuk membuat sebuah index. Parameter $name menentukan nama index yang akan dibuat. Parameter $table menentukan nama table yang index-nya berada. Parameter $column menentukan nama kolom yang akan di-indeks. Dan parameter $unique menentukan apakah harus membuat unique index. Jika index terdiri dari beberapa kolom, maka harus dipisah dengan koma. Query builder akan memberikan quote pada nama table, nama index dan nama kolom.
Berikut contoh pembuatan index:

// CREATE INDEX `idx_username` ON `tbl_user` (`username`)
createIndex('idx_username', 'tbl_user')

dropIndex()

function dropIndex($name, $table)

Method dropIndex() membuat dan mengeksekusi statement SQL untuk menghapus indeks. Parameter $name menentukan nama dari yang index-nya akan dihapus. Parameter $table menentukan nama table yang index-nya akan dihapus. Query builder akan memberikan quote pada nama table sekaligus nama index.
Below is an example showing how to drop an index:

// DROP INDEX `idx_username` ON `tbl_user`
dropIndex('idx_username', 'tbl_user')